Posts

Showing posts with the label Cerita Pendek

Putih Abu : Takdir Yang Kadang di Salah Artikan.

Selamat malam bagi yang bacanya malem-malem, selamat sore bagi yang bacanya sore-sore selamat pagi bagi orang jomblo yang tidak pernah di ucapin selamat pagi, dan selamat siang buat orang yang sedang makan di warung nasi yang di luar ada tulisan "TUTUP" di bawahnya "DI DALEM BUKA". Malem ini gue pengen ngflashback lagi waktu gue masuk ke sekolah SMK. Beberapa orang banyak yang menemukan cinta pertamannya di bangku SMA/SMK itu hanya untuk sebagian orang yang beruntung aja, Kalo yang engga beruntung paling ya gitu sampe saat ini masih aja jomblo. Yang hobinya tiap hari makan hati (sendiri), Apalagi kalo nongkrong di jalan liat yang pacaran berduaan di motor lalu si cwe nya genit meluk-meluk di belakang dan si cwo cengir-cengir sambil menyetir dan itu "jijik banget." Kata jomblo-jomblo akut emang gitu. Masa-masa SMA adalah masa-masa gue mengalami jomblo berkepanjangan, Iya jomblo gue berlanjut tapi gue enggak ngehubungin dokter ( korban iklan)  Gue  ma...

SIALAN

Di suatu pagi yang cerah, dengan udara sejuk khas pedeesaan gue berjalan pinggir jalan raya, iya gue sendiri karena temen gue gatau kemana, tepat sedang berjalan gue liat ada seorang wanita cantik, engga kaya bidadari, gue engga lebay kaya gitu, tapi lebih mirip dewi-dewi yunani gitu, gue lalu diam melihat langkah demi langkah kakinya. Dan entah kenapa jalan gue makin cepat, sampe akhirnya gue nyusul dia dan ngomong. “Eh kamu, murid baru ya ?” “iya kenapa emang?” “Aku baru liat kamu” “Aku juga baru liat kamu” “Jadi kita baru sama-sama liat” “Iya hahaha” “Emang sendiri dari rumah ?” “Engga, tadi aku sama Papah tapi mobil Papah mogok jadi jalan sendiri” “Kasian, yaudah bareng aja yuk” “Makasih, tapi ga apa-apa aku sendiri aja” “Beneran mau sendiri, nanti ada yang culik, di daerah sini banyak penculiknya tau” “Engga apa-apa aku sendiri aja” “Beneran ?” “Yaudah ayo bareng aja, takut”  Tiiddddddddddddddddd suara klakson motor...

Kenangan untuk Arluna dan Ringga

Malam ini bintang terlihat jelas seakan-akan mendukungku untuk menikmatinya, bulan berwarna kuning cerah memberi cahaya pada orang-orang berlalu lalang berpasang-pasangan, dan kepada orang-orang yang sendiri tanpa kepastian. Aku juga saat ini sendiri di sebuah jembatan yang sangat ramai, aku berjalan di bawah lampu yang led dengan bermacam-macam warna seakan-akan ingin mengalahkan sang bintang yang berkedip genit di atas jembatan. Banyak juga pedangang yang ikut meramaikan malam ini diantaranya mereka berdagang menjajakan souvenir untuk orang-orang yang sedang memadu kasih, ada juga yang berdagang makanan yang khusus untuk di nikmati berdua salah satunya martabak cinta ; sebuah martabak manis yang berbentuk hati dan biasanya ini di sajikan hanya untuk dua orang. Di jembatan ini banyak sekali pasangan-pasangan yang berkeliaran, mereka bergandengan tangan kadang juga saling merangkul. Aku melihat ada mereka mengobrol dan kertawa-ketawa, ada juga orang yang saling menatap ...