Evaluasi Orientasi
Udah lama gak bikin cerita atau curhat lewat tulisan dan rindu juga menulis uneg-uneg lewat tulisan, dulu sering tapi curhatnya tentang cinta lagi dan lagi sekarang kaya udah bosen gitu nyerita cinta-cintaan.
Ya karena hidup tak melulu soal cinta-cintaan masih banyak yang lain, salah satunya uang.
Hmmm
Uang itu sensitif banget, siapa sok yang ga pengen punya uang banyak ? Angkat tangan.
Aku juga pengen atuh, karena kalo diliat-liat koo yang banyak uang kayanya seneng aja bisa beli gadget yang terbaru, bisa pergi liburan kemana-mana, bisa naik haji, bisa jajan Starbuck dan kayanya mereka senang.
Gak bisa di pungkiri sih kalo banyak uang bisa membuat hidup lebih mudah, tapi belum tentu lebih enak sih. Kayanya tapi aku belum punya banyak uang jadi belum tau. Haha
Makanya, beberapa Minggu kebelakang aku befokus untuk mencari itu uang, yang padahal ga hilang tapi aku cari. Ya aku banyak berkeinginan mulai dari "kalo punya uang aku ingin ini, kalo punya uang aku ingin itu, kalo punya uang aku ingin semuanya".
Haha
Makanya beberapa Minggu terakhir aku kadang diem di kamar kaya orang freak duduk di kursi menghadap laptop sambil bekerja yang mudah-mudahan dapat uang. Sampe kadang pas adzan ah nanggung atau kadang pas mandi pun selalu sore.
Padahal yang aku kerjain itu gak banyak, tapi pikiranku terus tertuju pada uang itu. Pada keinginan keinginan yang ingin aku capai, padahal gak perlu.
Karena ya hidup ku untuk sekarang sangat lah cukup tapi keinginan itu lebih besar dari keperluan jadi yaudah deh terus usaha buat nyari uang.
Aku dapet sih ya sebenernya kalo dikumpulin bisa lah dapetin yang aku pengen, tapi sebagian aku kasih ke mamah supaya beliau senang, walaupun ga banyak. Dan sebagian lagi aku kasih kediriku sebagai penghargaan tapi abis itu yaudah, aku gak sesenang itu ternyata. Dan besoknya aku nyari lagi uang seakan uang itu adalah salah satu yang sangat dan harus aku miliki.
Tapi gara-gara uang aku jadi lupa bahwa ada beberapa hal yang perlu aku lakukan, untuk kebahagiaan ku yang sebetulnya, uang itu bisa beli yang di mau tapi aku kehilangan lebih banyak hal karena itu, salah satunya adalah waktu yang habis karena mencari uang hingga sering lupa kewajiban, entah itu ngebantu orang tua atau kewajiban untuk beribadah dan hidup kayanya hampa banget gitu.
Ternyata sangat salah hidup untuk uang, karena di berinya harapan tentang keindahan padahal yang dikasih malah ruang kehampaan. Yang benar adalah aku memang perlu uang apalagi aku laki-laki yang sebentar lagi sudah harus menanggung seseorang tapi yang bukan segalanya kan banyak hal lain yang dapat membahagiakan, jadi menurutku salah mencari uang karena pengen senang, menurutku yang benar adalah mendapatkan uang untuk hidup yang baik. dan disitu berati ada niat yang baik, dimana niatnya bukan mencari uang tapi untuk hidup senang. Ngerti gak ? Kalo enggak tanya aja langsung. Haha
Tapi gak bisa di pungkiri semua butuh uang untuk hidup dan aku salah berpikiran bahwa hidup yang baik adalah hidup yang banyak uang padahal hidup yang baik adalah hidup yang tenang, yang senang, yang menang.
Segitu dulu mungkin, ini cuman mau curhat aja soalnya belakangan aku fokus nyari uang sampe lupa sama semuanya. Bahkan mungkin kesehatan. Sekarang dan kedepannya mudah-mudahan aku tidak mencari uang untuk yang lain-lain selain untuk hidup yang baik.
Bye, muach muach …
Mungkin bakalan sering curhat kaya gini lagi tapi topiknya belum tau apa. Haha
Comments
Post a Comment
Tanggepin postingan di blog ini dengan komentar, biar tambah rame aja, tapi enggak juga gak apa-apa itu mah gimana kamu aja, iya kamu ) karena dengan baca postingan di blog ini tandanya tulisan gue di hargain, jadi thanks buat yang udah baca #ea.