Karena Kamu Cuma Satu ...
Suasana hati yang bergemuruh, dalam balutan melodi yang tiap nada-nya berirama, tiap ketukan berubah menjadi sebuah lantunan yang menyakitkan, setiap jeritan dari suara itu menjemukan, seakan menahan hati untuk murka.
Suatu saat aku percaya akan hadirnya sebuah realita indah antara kita dengan bumbu canda dan tawa, saat itu kita akan saling bersama dan membangun sebuah nahkoda untuk mengarungi lautan samudra yang luasnya melebihi jarak antara jawa dan papua, kita akan mengarungi itu berdua sampai ada sesosok jiwa yang hadir atas dasar buah cinta kita dan kita akan selalu membahagiakannya sampai suatu saat harus berpisah karena dia harus bisa menjadi seperti kita, memiliki nahkoda dan mengarungi benua.
Membahagiakan saat membayangkan itu semua, dalam doa selalu ku selipkan sebuah keinginan untuk semua bayang ini menjadi kenyaatan meski mungkin sangat jauh, namun itu akan menjadi bayangan yang selalu membuatku tersenyum karena menyenangkan.
Hidup tak melulu soal kenyataan, beberapa orang disana berbicara bahwa ketika kamu punya mimpi, selalu ada jalan untuk menggapainya, selalu ada jalan. Dan mungkin jalan itu belum aku temui, namun suatu saat aku percaya tentang jalan itu, jalan yang menunjukan bahwa benar aku ini milikmu seutuhnya.
Beberapa hal yang udah terjadi dalam beberapa tahun ini tentang suatu yang ku bicarakan bahwa aku ingin sekali mempunyai sosok yang bisa menggantikanmu di hati ini sebetulnya itu hanya aku yang berusaha mengobati diri sendiri supaya aku lebih tenang dan lebih tidak memikirkan kamu, karena selalu saja kamu yang selalu ada di setiap bagian hati ku, dan selalu begitu, tidak ada satu orangpun yang berhasil menggugah hati ini untuk tidak memikirkanmu.
Dan akhirnya sekarang aku hanya menunggu dalam suasana hati yang bergemuruh karena keinginan terburu-buru untuk memilikimu, dalam balutan melodi nadanya seakan berbicara ketidakmungkinan atas hal itu, dan dari setiap jeritan dalam hati yang selalu menahan hati ini bertindak gegabah, dan dari itu semua aku hanya berusaha terus bertahan, tidak ada kata yang bisa aku sampai kan terhadap mu, namun keinginanku mengimamimu jauh lebih besar dari samudra yang akan mungkin kita lalui.
Comments
Post a Comment
Tanggepin postingan di blog ini dengan komentar, biar tambah rame aja, tapi enggak juga gak apa-apa itu mah gimana kamu aja, iya kamu ) karena dengan baca postingan di blog ini tandanya tulisan gue di hargain, jadi thanks buat yang udah baca #ea.