Secret Adminder


Mungkin banyak dari orang-orang yang tidak seperti orang kebanyakan, banyak orang-orang yang tertutup sehingga orang lain tidak melihat mereka, banyak orang yang senghaja tidak ingin terlihat karena tidak ingin menjadi pusat perhatian, banyak dari orang-orang yang hidup tidak seperti mereka yang lebih bersinar, di perhatikan banyak orang, dan di sukai banyak orang.

Pandai, ganteng, rambut kaya model iklan pomade, tajir,  selalu di dekati wanita, dan di cintai orang tua, Mungkin ada. Tapi kebanyakan sangat jauh dari itu, kebanyakan orang itu ya males, mempunyai penampilan biasa aja, rambut kadang rapi kadang acak-acakan, punya uang buat makan di warteg doang, selalu di kucilkan dari kumpulan wanita-wanita, dan orang tua selalu di marah.

Gue salah satu dari banyak orang luar sana yang kaya gitu.

Mungkin itu salah satunya gue menjadi seorang Secret Adminder. “Pengagum Rahasia Yang Minder” beberapa tahun lalu sebelum Bapak Jokowi menjadi orang nomor satu di NKRI, dan Band Serius belum bubar, gue adalah seorang cwo tulen yang ganteng, kalo ngeliatnya sambil tutup mata, yang ngegemesin kalo pas lagi di foto karena tiap di foto gue selalu manyun-manyun gitu terus tangan di angkat dua jari di acungin sambil bilang “Pissssssss” saking ada yang gemesnya saat itu
gue di timpuk sama tongkat sapu.

“Jijik kampret” 

itu kata-kata dia yang terucap dari mulut seseorang yang menimpuk tongkat itu, dan gue terkulai lemasa sambil menambah energi buat berdiri dan sadar-sadar udah banyak orang di UKS “Gue dikira mati”.

Gue di kerumuni sama banyak orang, gue mencoba membuka mata masih samar-samar gitu lalu gue liat seseorang yang, ahhh, seseorang yang aduuuuh, gue melihat seseorang yang lagi baca buku eh salah itu cowok, gue liat seseorang yang lagi tersenyum, mengarah ke gue, aduuuh, gue bisa pipis ini mah, hanya memastikan gue liat ke belakang gue takutnya dia senyum ke orang belakang, pas gue balik ke belakang ternyata di belakang gue enggak ada siapa-siapa gue masih berbaring di ruang UKS sekolah gue itu, dan gue enggak ngeliat sesosok cwe yang senyum itu karena gue di bawa pulang.

Setelah gue pulang kerumah, gue terus kepikiran hari itu, hari dimana gue di senyumin cwe secantik dia, dan gue berjanji bakalan ngedapetin cintanya, ya itu yang ada di pikiran gue saat itu adalah menjadikan ia pacar.

Beberapa minggu kemudian gue mulai tau namanya siapa, dia lahir dimana, bapaknya siapa, semalem berbuat apa kangen band langsung nyaut, ngeselin.

Untuk tau semua itu banyak cara yang harus gue tempuh, sebanyak jalan menuju Roma gitu, tapi untungnya bisa terus mengalir tanpa hambatan seperti sungai Venesia ya sepertinya udah di takdirkan sama Tuhan Yang Maha Esa untuk dapet informasi tentang dia, dia itu anak orang kaya Ayahnya bisa dikatakan seorang DPR, Ayah dia bekerja di sana, sebagai pembela rakyat (katanya), dan ibunya kata orang-orang sih ya sosialita gitu, beli barang brandit, kalung mutiara, jam tangan berlian, cincin kalimaya, tas kulit buaya, rambut pake cat cina. 

Dan dia yang senyum ke gue waktu itu dia bernama tetenottoneeeeet Nisa iya Nisa, maksudnya namanya Nisa, dia anak kelas 12 kaka kelas gue, gue adik kelasnya dia anak kelas 11, kita berdua tidak deket karena kita bukan kaka adik, kita tinggal enggak serumah tapi ada kesamaan antara rumah kami berdua yaitu punya kaca.

Gue sering ngeliat Nisa pas dia jajan doang, karena gue punya grup kelas yang nongkrongnya di kantin, enggak ada kerjaan emang, kerjaannya cuman ngabisin duit mama dan di omelin mama, dan beberapa kali gue dan teman gue mengikutinya.

Setelah Sekian lama gue selalu melihat dia dari jauh, getaran-getaran itu makin berdebar, suara-suara gebrakan dari hati ini makin terdengar, bisik-bisik hati ini ini menyuruh supaya gue bisa jadi pacarnya.

Semuanya terlihat biasa aja, antara cwo cwe yang normal tidak ada perbedaan, namun beberapa perbedaan mulai terasa, saat gue mulai mau kenal sama dia, seperti halnya si cantik dan si buruk rupa, gue menjadi cwo yang minder karena dia cantik sendangkan gue ala kadarnya, bahkan ingus aja masih suka nempel, gue menjadi terhenyak saat dia pulang di antar pake mobil gue cuman jalan kaki, gue makin terjerembab saat melihat rumahnya bak istana dan dia ratunya, sedangkan gue terlihat seperti tukang sapunya, gue bersyukur bisa hidup kaya gini, tapi gue menjadi minder untuk mendekatinya.

Selain itu gue anaknya yang pendiem menjadikan gue sangat minder karena dia lebih seperti putri yang anggun, pintar, jago sosialisasi, dan gaulnya sama ketua osis yang menjadikan gue lebih minder lagi, gue tau begitu karena gue selama dua minggu terus mengikutinya sama temen gue yang namanya Agus, dia sangat setia bersama gue, namun akhirnya hanya kepesimisan yang gue dapetin.

Dan saat ini ketika dia udah enggak ada di kehidupan gue lagi, gue masih berharap suatu saat kita ketemu lagi, namun mungkin tetep saja gue bakalan minder saat gue masih gitu-gitu aja.

"Cinta memang enggak memandang apapun"

banyak yang cowok biasa sama yang cantik, yang cakep sama cewek biasa aja, yang cantik sama yang cantik, memang tidak memandang bentuk fisik atau cinta itu buta. Namun akhirnya cinta hanya akan cinta yang tersimpan, cinta itu butuh keberanian, untuk mengungkapkan namun juga harus melihat keadaan. 

Mungkin diantara kalian ada yang sayang tapi enggak pernah bilang, mungkin di antara kalian masih ada yang suka sama seseorang tapi merasa dia lebih tinggi dari kita, susah untuk kita gapai.

Tapi dari semua pengalaman gue, cinta itu momentum, saat kamu mempunyai moment bersama yang kamu suka walaupun merasa dia lebih segalanya dari kita tapi gue yakin saat kamu punya momentum cinta itu akan bersama.

Comments

  1. "Cinta memang enggak memandang apapun" apalagi isi dompet :(

    ReplyDelete
  2. oyee... siap-siap juga menerima respons yg kurang menyenangkn setelah kita mengungkapkan rasa kepada dirinya :p

    kalau begitu enaknya tetap jd pengagum rahasia?

    ReplyDelete
  3. cinta memandang kok.. memandang kebutuhan dan kepentingan

    ReplyDelete
  4. cinta memandang kok.. memandang kebutuhan dan kepentingan

    ReplyDelete

Post a Comment

Tanggepin postingan di blog ini dengan komentar, biar tambah rame aja, tapi enggak juga gak apa-apa itu mah gimana kamu aja, iya kamu ) karena dengan baca postingan di blog ini tandanya tulisan gue di hargain, jadi thanks buat yang udah baca #ea.

Popular posts from this blog

SIALAN

Short Movie Film : SUDUT

Pengen bahagia ? Cintai hidup kamu.