Sebuah Pesan Untuk Orang Yang Aku Sayang Tapi Sebatas Bayang.
Aku ... Kapan aku merasa nyaman ? itulah pertanyaan yang sekarang sedang aku pikirkan bahkan mungkin setiap malam. Setelah tugas selesai. Setelah lampu menyala dengan terang. Setalah GGS mulai berkumandang dan segirala-serigala yang suka mengaung itu terdengar.
Aku ... Kapan aku merasa nyaman ? itulah pertanyaan yang sekarang sedang aku pikirkan bahkan mungkin setiap sehabis sekolah pulang. Setelah kelas kosong. Hanya ada ruangan hampa yang terdiri dari beberapa mahluk tak bernyawa seperti kursi meja dan upil hijau yang menempel di kolong-kolong meja.
Aku ... Kapan aku merasa nyaman ? itulah pertanyaan yang sekarang sedang aku pikirkan bahkan mungkin setiap sehabis melihat beberapa dp bbm yang temanku pasang. Dan membuat sebagian perasaan terbawa oleh keadaan.
Aku dan kamu sepertinya kita sangat dekat. Tidak ada perasaan canggung diantara kita dengan beberapa lemparan canda yang selalu kita kirimkan yang biasanya membuat bibir kita saling tertawa terbahak-bahak sampai lupa kita ketawa pas ibu guru sedang menerangkan.
Waktu mempertemukan kita di saat yang tepat yaitu saat kita berdua bisa bersama tanpa ada hambatan, tanpa ada perasaan saling malu, bercuap seenaknya namun saling bisa mengerti satu sama lain dan tidak membuat kita sakit hati.
Sekolah adalah tempat yang selalu terkenang saat ini karena bayangan indah tentang semua yang aku dan kamu lakukan semuanya tercipta disana. Mungkin kalau sekolah bisa ngomong sekolah akan bilang bahwa dia sangat rindu akan kami yang selalu ceria menghabiskan hari namun sekolah bisu. Ia hanya akan menjadi saksi bisu antara kita berdua. Sekolah hanya akan menjadi kenangan untuk aku mungkin juga untuk kamu kalo kamu mengingatnya.
Kapan aku akan kesana untuk menyapa tempat yang mempertemukan kita ? Namun sekarang keadaan sudah menjadi jauh berbeda sekolah kita berbeda karena akhirnya pertemuan di sekolah itu akan berakhir di perpisahan kelulusan sekolah itu juga.
Memang hidup mungkin seperti itu setiap bertemu sesuatu pasti suatu sata lama atau engga pasti akhirnya berpisah. Banyak sekali hal yang kita temuin lalu mereka menghilang tanpa mengucap berpisah seperti pulpen yang di pinjem temen, flashdisk yang lupa nyimpen, dan pacar yang di ambil temen.
Ya akhirnya sebuah pertemuan memastikan sebuah perpisahan.
Seperti kita. Seperti aku dan kamu yang dulu sering ketemu dan sekarang batang hidungmu hanya ada di memori ku yang biasa di sebut kenangan. Hingga saat ini aku masih bisa mengingat moment-moment yang sering kita lakukan dan hal-hal konyol yang kita lakukan. Tapi aku hanya mengingat kemungkinan besar aku tidak bisa mengulangi semuanya. Semuanya seperti hilang setelah malam perpisahan itu.
Namun semuanya belum seperti sekarang. Sebelum adanya malam perpisahan. Sebelum ada hari kelulusan aku sudah merasa nyaman sama kamu. Iya kamu sahabat aku dulu yang sering membuat aku lupa akan waktu.
Aku tau kamu sadar akan tatapanku. Dengan senyuman ku, dengan semua yang sering aku tunjukan kepada mu ? aku sangat yakin kamu tau arti itu.
Aku juga tau kamu tertarik terhadapku, aku bisa membaca gerakan mu, tutur kata mu, cara mu tersenyum caramu menyampaikan pesan aku juga tau bahwa kamu tertarik.
Tapi apakah sahabat bisa menjalin cinta ? aku mulai ragu terhadap kalimat itu. Karena aku yakin kita akan saling takut untuk mengunkapkan apa yang kita rasa karena ya kalo saja aku dan kamu berucap kata cinta kita akan berpisah selamanya atau bersama selamanya.
Ketika kita berucap cinta pasti kita akan berubah, satu sama lain menjadi canggung menjadi seolah-olah baru kenal lagi. Karena hubungan kita sudah berbeda bukan lagi seorang sahabat tapi sepasang kekasih.
Sepasang kekasih pasti akan ada kalanya hubungan renggang karena banyak persoalan mulai dari karena beda tontonan, beda kesukaan musik, sampai karena kecemburuan.
Ketika sepasang sahabat menjalin hubungan dan berakhir menjadi mantanan. Akhirnya mereka akan pura-pura tidak kenal. Karena saling malu yang akhirnya kebersamaan meraka akan berakhir.
Tapi kalo semuanya bisa teratasi aku yang sepasang sahabat jalin cinta adalah sebuah kasih sayang abadi.
Aku ... Kapan aku merasa nyaman ? kapan perasaan ini muncul, semua ini menyiksaku saat waktu dan keadaan tidak memihak kita. Kita saling tidak berani berucap cinta yang akhirnya kita hanya menjadi sahabat yang saling membohongi hati satu sama lain. Karena ketakutan.
jiahaha, baper banget yang nulis nih!
ReplyDeletelayaknya karang yang dihempas gelombang....nana na na
tiada kata hadiah dari sebuah perpisahan selain rindu, kehilangan dan terpisahkan oleh "jarak" memang terkadang menyadarkan kita bahwa perpisahan kemaren memang harus terjadi!
keep spirit! dan semoga pesannya tersampaikan kepada orangnya! :)