Hati Ini Mungkin Untukmu, Jiwa Ini Tidak.
Aku merasa seperti pengemis, yang selalu meminta, Aku merasa seperti pedagang yang menurunkan harga, aku merasa seperti monyet yang tak punya rasa malu, aku merasa seperti tikus yang selalu mengganggu, aku merasa seperti Aku yang murahan.
Banyak dari diri aku yang hilang olehmu, bukan salahmu tapi salahku. memori ku seperti rusak oleh kenangan indah mu. hati ini terasa tak utuh karena beberapa serpihan masih tersangkut di hatimu, aku lupa cara untuk lupa bukan karena mu tapi karena aku berlebih menyayangimu.
Kamu adalah salah satu kesalahan yang pernah aku pilih, bukan karena kamu jahat, tapi karena kamu terlalu baik sehingga aku tak bisa lupa. Tapi aku beruntung tidak amnesia karena setidaknya aku bisa ingat bahwa dalam mencinta tidak harus berlebih cinta bisa mendustai yang mempunyai cinta berlebih terhadap seseorang, seperti sesak yang tiba-tiba, gemeteran yang tak terhingga sampe isakan tangis yang tidak di senghaja itu semua karena sebuah cinta.
Aku belum tersadar untuk semuanya seperti kenapa aku harus terus mengejar, seperti kenapa aku tidak bersandar kepada hati yang lain, seperti kenapa aku tidak lelah. Aku belum tersadar namun aku ingat.
Aku kadang seperti pengemis yang meminta kasih sayangmu, meminta cinta mu, aku seperti jadi peminta.
Aku kadang seperti pedagang yang selalu menurunkan harga, aku menurunkan harga diri ku di hadapan mu hanya untuk supaya kamu bisa membeli kasih sayang ku. namun sepertinya kamu tak sudi.
Aku merasa seperti monyet yang tak punya rasa malu meski aku sudah terlihat di tolak beberapa kali namun aku tetep kekeh ingin memilikimu lagi.
Aku merasa seperti tikus yang selalu mengganggu mu sehingga kamumerasa muak terhadap muka ku terbukti dengan beberapa bbm yang kamu acuhkan.
Aku merasa aku tidak punya harga diri lagi di hadapanmu, aku sudah terlalu murahan. sepertinya aku lebih murahan dari sampah.
Aku tersadar bahwa selama ini aku murahan, di hadapanmu. mungkin sudah terlalu cape hati ini memikirkan kamu yang terus acuh hingga akhirnya aku bangun dari ruangan pengap itu, aku sudah memaksa serpihan hati aku untuk kembali menyatu. Karena aku tersadar bahwa hidup itu harus di jalani bukan hanya di pikir, seperti mikirin kamu. itu sebetulnya tidak penting.
Karena aku sadar bahwa aku masih punya harga diri maka aku akan membuat hati ku pergi dan di usahakan untuk tidak kembali kepada orang yang sudah membuat harga diri ku tak ada.
Comments
Post a Comment
Tanggepin postingan di blog ini dengan komentar, biar tambah rame aja, tapi enggak juga gak apa-apa itu mah gimana kamu aja, iya kamu ) karena dengan baca postingan di blog ini tandanya tulisan gue di hargain, jadi thanks buat yang udah baca #ea.