Tidak bisa di paksa untuk lupa, hanya saja bisa di sesuaikan untuk tidak luka
Kemarin kamu bilang bahwa kita sudah tidak cocok lagi untuk saling memiliki, hati kita sudah tak bersenyawa lagi, bukan karena ada unsur lain yang mengusik kita, jalan pikiran yang kita punya sudah jauh berbeda meskipun aku masih ingin merasakan rasa yang sama bersamamu dengan penuh tawa dan canda bukan duka.
Apakah kita bersenyawa karena saling memaksa ? atau kita hanya saling ingin membuat indra perasa tidak luka ? Apakah ini bisa di sebut cinta jika kita bersama menjalin sebuah hubungan bukan karena hati yang menerima ?
Aku memang selalu bertanya, meski sampai saat ini tidak kunjung ada yang menjawabnya, kadang aku bertanya kepada angin tentang kenapa rasa yang kita miliki mudah rapuh namun angin hanya memberikan kesejukan yang menyuruh untuk berfikir dingin dan tidak bertanya tentang itu sampai akhirnya aku menyimpulkan sendiri kenapa kita rasa yang kita punya mudah rapuh.
Dan aku rasa cinta kita rapuh karena kita bersenyawa di atur sedemikian rupa oleh aku supaya kamu menjadi kekasihku dengan memaksa, meski kamu tidak terlihat terpaksa karena mungkin kamu juga memiliki rasa yang sama yang akhirnya kita bersatu dalam sebuah gulungan rasa.
Iya kita akhirnya bersenyawa dalam suatu ikatan cinta, aku tidak tahu engkau bahagia atau hanya memaksa hatimu untuk terlihat bahagia, namun aku bahagia ketika melihat kau tertawa kalaupun itu hanya sisi kemanusiawian kamu karena tidak ingin menyakiti rasa yang aku punya.
Rasa yang kita punya memang ada, rasa suka, rasa sayang, rasa cinta, namun ketika semua rasa itu tidak natural dan penuh paksaan, menjadi hampa, dan tak berdaya hingga akhirnya rasa itu mudah rapuh, cinta itu mudah gaduh, dan susah untuk utuh.
Saat ini rasa yang kita punya sudah sangat berbeda, kamu menjalani hidup kamu yang baru dengan penuh ceria, sedangkan aku menjalani hidup ini penuh dengan bertanya pertanyaan suatu hal yang tidak ada gunanya.
Karena rasa yang aku punya masih menempel dalam rongga raga hatimu, dan susah untuk di lepas begitu saja, meskipun kamu membiarkannya dan malah mengganggap rasa yang aku punya untuk kamu itu sebagai parasit yang mengganggu hidup kamu.
“Sekarang aku berfikir”
Rasa yang kita punya tidak bisa di paksa, jika kau ingin pergi pergilah sejauh mungkin, biarkan kenangan ini tersimpan dalam hati masing-masing, dan biarkan terlarut kedalam indra perasa.
Kamu sudah menghilang, mataku tidak sanggup lagi melihatmu, dimana sekarang kamu berada ? apa kamu sudah menemukan rasa cinta lalu bersenyawa dengan dia ? Atau kamu masih mempunyai satu rasa yang kamu simpan untuk ku gapai ?
Silahkan aja kamu berbahagia dan bersenyawa dengan orang yang kamu suka, karena aku sudah bisa menyesuaikan untuk tidak luka meski rasa yang aku punya terhadapmu tidak mudah untuk dilupa.
Untuk yang pernah bersenyawa dengan rasa yang aku punya.
Yosep Hendhry Swandi 29/05/2015

mantap gan Kata Kata Galau nya, terimakasih telah berbagi
ReplyDelete