Cerita ini takan abadi namun hati ini akan terus mengabdi

Ketika perempuan mencinta sesosok lelaki yang sangat ia sayangi akan sangat susah untuk berpindah kelain hati, biasanya ia hanya bisa menangisi, dengan segenap kenyerian hati dan ketika sang pujaan hati kembali, banyak hal yang telah berganti meskipun ia menyatakan kembali “maukah kau ku pacari lagi ?” kau terima dia karena engkau masih mencintai, tanpa memikirkan ia akan berbuat kesalahan lagi, mungkin ia juga telah berjanji dengan atas nama kitab suci, untuk tidak mengulangi kesalahan yang telah terjadi, namun yang terjadi ia terus mengulangi dan kau terus patah hati, tapi kau tetap mencintai, mungkin kau salah satu perempuan sejati yang selalu setia terhadap lelaki, meski di sakiti berkali-kali kau terus berusaha menghadapi kesakitan yang kau alami, ketika itu terus terjadi sebaiknya kau berhenti, karena hati mu tidak terbuat dari besi.

Namun berbeda dengan perempuan yang aku sayangi, ia memilih meninggalkan aku pergi, ketika aku terus mengucapkan sayang berkali-kali tidak pagi tidak siang hari, karena aku ingin tahu bahwa aku sangat mencintai, yang terjadi ia malah memilih mengakhiri dan aku akui, pantas untuknya mengakhiri hubungan yang membosan ini, meski aku pribadi tidak pernah mau ia pergi dari kehidupan yang aku miliki.

Aku salut terhadap perempuan yang aku kagumi, ia tak pernah lelah mengiris hati, dengan selfi di sela-sela waktu yang ia miliki, bersama seorang yang ia sedang kasihi, aku bukan perempuan yang biasanya setia terhadap satu laki-laki, aku hanya seorang laki-laki yang hanya ingin terus mencintai dan tidak tahu kapan akan berhenti, perih kuyakini sebagai sebuah arti tentang betapa besar aku mencintai, berapa lama aku bisa tidak berhenti untuk tidak merindui, kamu yang selalu ku kasihi, satu yang harus kamu ketahui bahwa aku tidak akan pernah merindui sampai abadi.

Sayang, aku sama sekali tidak paham kenapa aku selama ini aku tetap mencintai, seolah-olah di dunia yang aku diami ini hanya kamu wanita satu-satunya yang ingin aku sayangi, jumlah kelahiran bayi wanita aja tiga berbanding satu di banding bayi laki-laki yang berarti wanita lebih banyak daripada laki-laki, tapi kenapa aku terus menerus merindui kamu yang menganggap lahirnya aku di bumi ini tak berarti.

Aku tidak yakin cinta ini akan kembali, walaupun banyak janji yang telah kita sepakati beberapa bulan sebelum kamu bilang ingin mengakhiri, janji yang hanya kita berdua ketahui, janji-janji manis yang menumbuhkan bayangan-bayangan akan masa yang akan kita datangi, masa yang akan kita diami, yaitu masa kita berdua saling mencintai tanpa pernah mengucap cinta, saling menyayangi tanpa pernah mengucap sayang dan selalu rindu meski tiap hari bertemu.

Jika cinta tidak pernah kembali atau cinta ini tidak pernah di restui oleh yang maha menyayangi, maka aku tidak akan memakasa kamu untuk duduk disini, menemani hariku yang tidak berarti ini, aku tidak akan memaksa kamu untuk saling mencintai lagi, namun aku akan memaksa kamu untuk datang kepernikahan nanti dan salaman bersama orang yang aku sangat kasihi.

Cinta ini mungkin takan pernah abadi namun hati ini akan terus mengabdi.

Yosep Hendhry 14/05/2015

Comments

  1. Duh bro, kisah cintamu sedih banget.. ditinggal kekasih ketika lagi sayang-sayangnya, saya tahu bagaimana rasanya, karena saya pernah mengalaminya ..

    ReplyDelete
  2. saya pikir, cuman saya aja yang ngalamin gitu :D

    ReplyDelete
  3. Jangan terlalu larut dalam kesedihan om, saya juga pernah ngalamin itu semua. tapi selalu tegar dan bangkit, karena saya berfikir dia bukan jodoh saya, apabila kita paksakan nantinya akan lebih buruk.
    ane kasih Kata Kata Motivasi biar om tambah semnagat lagi. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Tanggepin postingan di blog ini dengan komentar, biar tambah rame aja, tapi enggak juga gak apa-apa itu mah gimana kamu aja, iya kamu ) karena dengan baca postingan di blog ini tandanya tulisan gue di hargain, jadi thanks buat yang udah baca #ea.

Popular posts from this blog

SIALAN

Short Movie Film : SUDUT

Pengen bahagia ? Cintai hidup kamu.