Sebuah kata
Apakah kamu pernah setia terhadap orang yang kamu sayang ?
Apakah kamu pernah tetep sayang ketika orang yang kamu sayang meninggalkan ?
Apakah kamu akan tetep sayang ketika orang yang kamu sayangi pergi ?
Aku tidak tau setia dalam arti yang spesifik seperti apa, namun ketika ada yang bertanya seperti pertanyaan di atas aku akan menjawab bahwa aku "YA" aku menjawab ya karena itu yang aku lakukan terhadap orang yang benar-benar aku sayang, mungkin kamu akan lebih memilih berpindah dan berpaling kepada orang yang datang untuk memiliki kamu.
Aku juga sempat ingin melakukan itu, sangat ingin untuk berpindah ke hati yang lain, namun faktanya hati tidak pernah bisa untuk di paksakan, bahkan bukan hanya hati yang tidak bisa di paksakan, hp aja jika di charger oleh chargeran yang bukan pasangannya bisa sih terisi tapi kadang tidak maksimal.
Hati juga sangat mungkin untuk di paksakan, namun ketika di paksakan kebahagiaan pun tidak akan maksimal, yang ada hanya akan menimbulkan kekesalan.
Iya, aku ingin bahagia dengan maksimal seperti yang pernah kita lewati bersama, saling menatap dan bibirmu senyum kepadaku, itu selalu aku ingat sampai sekarang, aku merasa kebahagiaan aku maksimal saat itu walaupun sangat sederhana tapi itu membekas dalam memory yang aku punya.
Tapi banyak hal yang mungkin membuat kamu mudah melupakan semuanya, terutama mungkin ketika ada dia, orang yang saat ini aku benci karena dia merebut hati kamu, aku pikir wajar jika aku benci terhadap dia, karena aku masih ingin bersamamu, silahkan kamu jika mau marah karena yang kamu sayang sekarang adalah dia, tidak apa-apa aku akan terima marahmu dan aku akan simpan sampai suatu hari nanti kamu menjadi baik lagi terhadapku.
Itu harapanku yang aku selalu semogakan dalam setiap doa ku, dalam setiap ibadahku, kamu kembali pada posisi yang semula ketika kita bersama menjalin hubungan yang biasa dengan cara yang tak biasa.
Aku akan setia terhadap kamu, ya mungkin saat ini hanya akan menjadi impianku untuk terus setia, karena setia itu engga segampang ngedumel, engga segampang ngomongin orang, dan engga segampang tidur.
Tapi aku selalu berdoa untuk selalu di istiqomahkan dalam niatku untuk terus selalu setia terhadapmu, dan terus di beri kebahagiaan walaupun kamu memiliki sosok yang baru yang lebih menyenangkan.
Ada kalanya setia itu tak berguna ketika kesetiaan itu di abaikan, engga di pedulikan, ya itu hanya resiko yang akan aku tanggung, tapi aku akan teguhkan niatku untuk tetap setia terhadapmu dan akan selalu berdoa supaya kamu kembali kepada posisi semula tanpa paksaan.
Yosep Hendhry 30/02/2015
Comments
Post a Comment
Tanggepin postingan di blog ini dengan komentar, biar tambah rame aja, tapi enggak juga gak apa-apa itu mah gimana kamu aja, iya kamu ) karena dengan baca postingan di blog ini tandanya tulisan gue di hargain, jadi thanks buat yang udah baca #ea.